Selasa, 21 Oktober 2014

Kerusakan Lingkungan Hidup di Indonesia dan Penyebabnya

Kerusakan lingkungan hidup di Indonesia semakin hari kian parah. Kondisi tersebut secara langsung telah mengancam kehidupan manusia. Tingkat kerusakan alam pun meningkatkan risiko bencana alam. Penyebab terjadinya kerusakan alam dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia.
Kerusakan lingkungan hidup dapat diartikan sebagai proses deteriorasi atau penurunan mutu (kemunduran) lingkungan. Deteriorasi lingkungan ini ditandai dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem.
Kerusakan lingkungan hidup memberikan dampak langsung bagi kehidupan manusia. Pada tahun 2004, High Level Threat Panel, Challenges and Change PBB, memasukkan degradasi lingkungan sebagai salah satu dari sepuluh ancaman terhadap kemanusiaan.World Risk Report yang dirilis German Alliance for Development Works (Alliance),United Nations University Institute for Environment and Human Security (UNU-EHS) dan The Nature Conservancy (TNC) pada 2012 pun menyebutkan bahwa kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan.
Kerusakan lingkungan
Kerusakan lingkungan

Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Penyebab kerusakan lingkungan hidup secara umum bisa dikategorikan dalam dua faktor yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia.
Letusan gunung berapi, banjir, abrasi, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, dan tsunami merupakan beberapa contoh bencana alam. Bencana-bencana tersebut menjadi penyebab rusaknya lingkungan hidup akibat peristiwa alam. Meskipun jika ditelaah lebih lanjut, bencana seperti banjir, abrasi, kebakaran hutan, dan tanah longsor bisa saja terjadi karena adanya campur tangan manusia juga.
Penyebab kerusakan lingkungan yang kedua adalah akibat ulah manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh manusia ini justru lebih besar dibanding kerusakan akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah dan lain sebagainya.
Kerusakan lingkungan
Kerusakan lingkungan
Beberapa fakta terkait tingginya kerusakan lingkungan di Indonesia akibat kegiatan manusia antara lain:
  • Laju deforestasi mencapai 1,8 juta hektar/tahun yang mengakibatkan 21% dari 133 juta hektar hutan Indonesia hilang. Hilangnya hutan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, meningkatkan peristiwa bencana alam, dan terancamnya kelestarian flora dan fauna.
  • 30% dari 2,5 juta hektar terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan. Kerusakan terumbu karang meningkatkan resiko bencana terhadap daerah pesisir, mengancam keanekaragaman hayati laut, dan menurunkan produksi perikanan laut.
  • Tingginya pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran laut di Indonesia. Bahkan pada 2010, Sungai Citarum pernah dinobatkan sebagaiSungai Paling Tercemar di Dunia oleh situs huffingtonpost.com. World Bank juga menempatkan Jakarta sebagai kota dengan polutan tertinggi ketiga setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.
  • Ratusan tumbuhan dan hewan Indonesia yang langka dan terancam punah. Menurut catatan IUCN Redlist, sebanyak 76 spesies hewan Indonesia dan 127 tumbuhan berada dalam status keterancaman tertinggi yaitu status Critically Endangered (Kritis), serta 205 jenis hewan dan 88 jenis tumbuhan masuk kategori Endangered, serta  557 spesies hewan dan 256 tumbuhan berstatus Vulnerable.
Alam dan lingkungan hidup menjadi tempat tinggal dan hidup manusia. Kondisi lingkungan akan berpengaruh langsung terhadap kondisi manusia. Karena itu sudah selayaknya kita menjaga bumi satu-satunya ini dari kerusakan lingkungan.
WAWANCARA KAKAK ANGKATAN 2013

Nama : Rizka Alif Fitrahnia
Asal : Jember

Ini beberapa pertanyaan yang saya ajukan:

Saya : melalui jalur apa masuk Pendidikan Biologi?
Kak Rizka: melalui jalur SBMPTN

Saya : Apakah Hobi kakak?
Kak Rizka : Hobiku itu ya dek baca buku / novel dan nonton Dramkor.

Saya : Apa buku kesukaan kakak?
Kak Rizka : salah satu buku kesukaanku itu novel tapi, aku juga suka baca buku tentang pengetahuan-pengetahuan baru gitu.

Saya : hm.. Dramkor apa yang paling kakak suka?
Kak Rizka : paling suka Rooftop Prince.

Saya : kakak suka k-pop atau anime?
Kak Rizka : aku suka K-pop dek.

Saya : kalau gitu kakak ngefans bb atau gb apa?
Kak Rizka : Aku suka Big Bang
Saya : Oh kakak VIP .

Saya : Ikut UKM apa kak?
Kak Rizka : masih belum ikut UKM apapun dek , aku masih mau fokus dulu sama kuliah.

Saya : Susah senengna jadi mahasiswa Biologi itu apa kak?
Kak Rizka : banyak sengennya sih dek , kita banyak dapet pengetahuan baru dan Banyak temen Baru.

Saya : Sebenernya tujuan dari PAB sendiri apa sih kak?
Kak Rizka : ini ya dek kegiatan untuk saling mengenalkan antar angkatan atau sesama prodi biologi dan juga untuk melatih kekompakan dan mental kalian. Agar kalian lebih saling mengenal .

Saya : trus tips buat membagi waktu buat para maba gimana kak? kita kan masih belum tebiasa dengan suasana kampus.
Kak rizka : gini ya dek kamu kalau ada tugas langsung dikerjakan jangan ditunda-tunda kapanpun dan dimanapun kamu sempat kerjakan aja.. jalani aja dek.

Saya : oh gitu ya kak.. ya wes makasih ya kak buat infonya..
MABA TER***

Maba ter-exo

Dwi Rani dan Ulfa di lihat dari luar saja mereka sudah terlihat bagaimana cara mereka mengidolakan EXO dari awal debut sampai saat ini mereka setia nunggu kabar-kabar terhangat dari EXO. Kabar terbarunya yang memberitakan Luhan EXO keluar bahkan membuat mereka nangis.. dari reality show sampai live mereka tahu... semua tentang Exo mereka tahu..

Maba ter-heboh

Nina Naura dan Rindayu Putri mereka berdua kalau sudah ngomong haduh gaduhnya hebohnya bakalan keenger kemana-mana, mereka memiliki satu persamaan yaitu sama-sama energik kalau sudah membahas suatu hal. dan itu bisa membuat semua orang terbawa semangatnya.

Jember, 22 April 2014


Himpunan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember gelar aksi damai. Aksi yang diikuti oleh 250 mahasiswa ini dalam rangka memperingati Hari Bumi (Earth Day) 2014. Peringatan Hari Bumi 2014 diawali dengan kirab mengelilingi seluruh fakultas dengan mengambil sampah-sampah yang berserakan serta mengkampanyekan gerakan peduli lingkunngan.
“Hari ini merupakan momen yang tepat untuk mulai mengawali gerakan peduli lingkungan. Karena kita semua memiliki tanggung jawab moral atas kerusakan lingkungan yang terjadi” ujar Ardiannya selaku koordinator lapangan aksi, Selasa (22/04).
Dia mengatakan, masyarakat harus mulai sadar bahwa peduli terhadap lingkungan tidak harus menunggu hari bumi. Banyak yang bisa dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, gerakan peduli lingkungan bisa kita mulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Dalam orasinya yang dilakukan di depan Gedung Rektorat Universitas Jember, mereka menuntut agar pihak rektorat mulai membenahi manejemen pengelolaan sampah. Ardiansyah menuturkan, perlu disediakan tempat sampah dalam tiga kategori, sampah organik, anorganik, dan sampah bernilai ekonomis disepanjang jalan trotoar yang ada di Universitas Jember.
“Unej perlu menyediakan 3 macam tempat sampah agar memudahkan masyarakat untuk membuang sampah sehingga tidak ada sampah yang berserakan di lingkungan Universitas Jember,” tuturnya. Dalam kirabnya mereka juga membawa kain putih panjang untuk mengumpulkan tanda tangan sebanyak-banyaknya sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan peduli lingkungan yang digagas oleh Himpunan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi ini.
Sementara itu pihak rektorat yang dalam hal ini diwakili oleh Pembantu Rektor III Prof. Dr. H.M Saleh, MSc mengatakan, akan mendukung setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa yang memmiliki nilai positif termasuk gerakan peduli lingkungan. Dia mengatakan, Universitas Jember saat ini sedang melakukan penataan untuk menuju kampus yang bersih dan hijau.
“Kedepan kami menginginkan Unej tidak hanya menjadi kampus yang hijau namun juga menjadi kampus yang bersih dan asri,” ujar Prof. Saleh. Dia berharap agar para mahasiswa mampu memberikan kontribusi positif dalam rangka turut melestarikan lingkungan.
Diahir sambutannya Prof. Saleh langsung membubuhkan tanda tangannya pada kain putih yang dibawa para mahasiswa sebagai wujud dukungan pihak Universitas Jember terhadap gerakan peduli lingkungan. Para mahasiswa juga memberikan bibit tanaman secara simbolis kepada PR III untuk ditanam di lingkuanga Universitas Jember sebagai bentuk aksi nyata. (Mj)
BERUANG MADU
Beruang madu terhitung famili ursidae serta sebagai jenis paling kecil dari kedelapan jenis beruang yang ada didunia. Beruang ini merupakan fauna khas propinsi Bengkulu sekalian digunakan sebagai lambang dari propinsi tersebut . Beruang madu juga termasuk maskot dari kota Balikpapan. Beruang madu yang ada di Balikpapan di konservasi di sebuah hutan lindung yang bernama Hutan Lindung Sungai Wain.
Gambar Beruang Madu
Gambar Beruang Madu
Image Credit : Wikipedia.Org

Ciri-ciri Fisik Beruang Madu

Beruang Madu memiliki ciri fisik dengan panjang tubuhnya mencapai 1, 40 m, tinggi punggungnya mencapai 70 cm dengan berat berkisar antara 50 – 65 kg. Bulu beruang madu condong pendek, bercahaya serta biasanya hitam, matanya berwarna cokelat atau biru, diluar itu hidungnya relatif lebar namun tak terlampau moncong. Type bulu beruang madu yaitu yang paling pendek serta halus dibanding beruang yang lain, berwarna hitam kelam atau hitam kecoklatan, dibawah bulu lehernya ada sinyal yang unik berwarna oranye yang diakui melukiskan matahari terbit. Tidak sama dengan beruang madu dewasa, bayi beruang madu yang baru lahir mempunyai bulu yang lebih lembut, tidak tebal serta bercahaya. Lantaran hidupnya di pohon-pohon maka telapak kaki beruang ini tak berbulu hingga ia bisa bergerak dengan kecepatan sampai 48 km. per jam serta mempunyai tenaga yang benar-benar kuat. Kepala beruang madu relatif besar hingga mirip anjing yaitu mempunyai telinga kecil serta berupa bunda. Beruang type ini mempunyai lidah yang benar-benar panjang serta bisa dipanjangkan sesuai sama dengan keadaan alam untuk menyarikan madu dari sarang lebah di pohon-pohon. Diluar itu, lidah yang panjangnya bisa melebihi 25 cm itu juga dipakai untuk menangkap serangga kecil di batang pohon. Beruang madu mempunyai penciuaman yang benar-benar tajam serta mempunyai kuku yang panjang di ke empat lengannya yang dipakai untuk memudahkan mencari makanan. Beruang madu seringkali jalan dengan empat kaki, serta benar-benar tidak sering jalan dengan dua kaki seperti manusia. Lengan beruang type ini cukup lebar serta mempunyai kuku melengkung dan berlubang yang mempermudahnya memanjat pohon. Kuku tangan yang melengkung dipakai oleh beruang ini untuk menggali rayap, semut serta sarang lebah serta beruang yang tengah mencari madu bakal selekasnya menghancurkan kayu yang tetap hidup serta fresh serta juga berupaya untuk menggaruk pohon yang memiliki kayu keras. Rahang beruang madu tak seimbang lantaran terlampau besar hingga tak bisa memecahkan buah-buah besar, kelapa misalnya. Gigi beruang ini lebih datar serta rata dibanding dengan type beruang lain, gigi taringnya cukup panjang hingga menonjol keluar dari mulut. Kemudian ukuran tulang tengkorak kepala dari beruang madu pada umunya mempunyai panjang tengkorak 264,5 mm, panjang condylobasal 241,3 mm, lebar zygomatic 214,6 mm, lebar mastoid 170,2 mm, lebar interorbital 70,5 mm, lebar maxilla 76,2 mm.

Universitas Jember
Universitas Jember.jpg
Didirikan4 November 1957
JenisPerguruan tinggi negeri
RektorDr. Ir. Tarsicius Sutikto, M.Sc.
LokasiJember, Indonesia
Situs webwww.uj.ac.id


Status: Negeri
 Alamat : Jl. Kalimantan II/24, Kampus Bumi Tegal Boto, Jember 68121, Jawa Timur
Telepon : (0331) 330224, 336870, 337422, 339029
Faks. : (0331) 339029, 337422
Website: www.unej.ac.id
Rektor: Dr.Ir. T. Sutikto, M.Sc
Masa jabatan :2003-2007


Profil
 Jenjang pendidikan: D2, D3, S1, Pascasarjana
Jumlah mahasiswa: 17.729 (S1 : 12.472, Diploma: 4652, S2: 605); 2004/2005: 18.179 (S1: 12.859, Diploma: 4.818, S2: 502)
Jumlah lulusan: 2.654 (S1: 1.613, Diploma: 863, S2: 88); 2003/2004: 3.461 (S1: 1.874, Diploma: 1.367, S2: 220)
Jumlah pendaftar, 2003/2004: 21.792
(SPMB: 15.215, PMDK: 2.237, Lokal: 4.340);
2003/2004: 19.735 (SPMB: 14.608, PMDK: 1.937, Lokal: 3.190)
Jumlah mahasiswa diterima, 2003/2004: 4.414 (S1: 2.628, Diploma: 1.619, S2: 167);
2004/2005: 3.966 (SPMB: 1.651, PMDK: 620, Lokal: 1.695)
Jumlah alumni: 41.618; 2004: 45.986
Ikatan alumni: Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE)
Jumlah dosen tetap: 868 (S1: 314, S2: 484, S3: 70, Profesor: 21); 2004: 909 (S1: 300, S2: 525, S3: 84, Profesor: 19)
Luas kampus: 940.839 m2

 Program Studi
FakultasJurusanProgram StudiJenjangProgramAkreditasiPoin 1Poin 2Tahun Akr.Catatan
Teknologi PertanianTeknologi PertanianTeknik PertanianS1regulerB  1998 
Teknologi PertanianTeknologi Hasil PertanianTeknologi Hasil PertanianS1regulerA  1998 
TeknikTeknik SipilTeknik SipilS1reguler     
TeknikTeknik MesinTeknik MesinS1reguler     
TeknikTeknik ElektroTeknik ElektroS1reguler     
SastraSastra InggrisSastra InggrisS1regulerB  1998 
SastraSastra InggrisSastra InggrisD3reguler     
SastraSastra IndonesiaSastra IndonesiaS1regulerB  1998 
SastraIlmu SejarahIlmu SejarahS1regulerB  1998 
Program Pascasarjana (S2) Magister ManajemenS2reguler     
Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Agronomi reguler     
PertanianIlmu Hama dan Penyakit TumbuhanHama dan Penyakit TumbuhanS1regulerB  1998 
PertanianTanahIlmu TanahS1regulerA  1998 
PertanianAgronomiAgronomiS1regulerA  1998 
PertanianSosial Ekonomi Pertanian/AgrobisnisSosial Ekonomi Pertanian/AgrobisnisS1regulerB  1998 
Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamBiologiBiologiS1reguler     
Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamFisikaFisikaS1reguler     
Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamKimiaKimiaS1reguler     
Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamMatematikaMatematikaS1reguler     
Keguruan dan Ilmu PendidikanPendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamPendidikan MatematikaS1regulerC  1998 
Keguruan dan Ilmu PendidikanPendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamPendidikan BiologiS1regulerB  1998 
Keguruan dan Ilmu PendidikanPendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamPendidikan FisikaS1regulerC  1998 
Keguruan dan Ilmu PendidikanPendidikan Ilmu Pengetahuan SosialPendidikan SejarahS1regulerC  1998 
Keguruan dan Ilmu PendidikanPendidikan Ilmu Pengetahuan SosialPendidikan EkonomiS1regulerB  1998 
Keguruan dan Ilmu PendidikanPendidikan Bahasa dan SeniPendidikan Bahasa InggrisS1regulerC  1998 
Keguruan dan Ilmu PendidikanPendidikan Bahasa dan SeniPendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan DaerahS1regulerC  2000 
Keguruan dan Ilmu PendidikanPendidikan Bahasa dan SeniPendidikan Bahasa IndonesiaS1reguler    Program Penyetaraan
Keguruan dan Ilmu PendidikanIlmu PendidikanPendidikan Luar SekolahS1regulerB  1998 
Keguruan dan Ilmu PendidikanIlmu PendidikanPendidikan Guru Sekolah Dasar Wiyata BhaktiD2reguler     
Keguruan dan Ilmu PendidikanIlmu PendidikanPendidikan Guru Sekolah Dasar PenyetaraanD2reguler     
Kesehatan Masyarakat Ilmu Kesehatan MasyarakatS1reguler     
Kesehatan Masyarakat FarmasiS1reguler     
Kedokteran GigiIlmu Kedokteran GigiPendidikan Dokter GigiS1regulerB  1998 
Kedokteran Pendidikan DokterS1reguler     
Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikSosiologiSosiologiS1reguler     
Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikPerpajakanPerpajakanD3reguler     
Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikIlmu Hubungan InternasionalIlmu Hubungan InternasionalS1regulerB  2002 
Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikIlmu AdministrasiIlmu Administrasi NegaraS1regulerB  1998 
Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikIlmu AdministrasiIlmu Administrasi NegaraS1ekstensi     
Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikIlmu AdministrasiIlmu Administrasi NiagaS1regulerA  1998 
Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikIlmu AdministrasiIlmu Administrasi NiagaS1ekstensi     
Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikIlmu Kesejahteraan SosialIlmu Kesejahteraan SosialS1regulerB  1998 
Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikPariwisataPariwisataD3reguler     
HukumIlmu HukumIlmu HukumS1regulerB  2000 
EkonomiManajemenManajemenS1regulerB  1998 
EkonomiManajemenManajemenS1ekstensi     
EkonomiManajemenKesekretariatanD3reguler     
EkonomiAkuntansiAkuntansiS1reguler     
EkonomiAkuntansiAkuntansiD3reguler     
EkonomiIlmu Ekonomi dan Studi PembangunanEkonomi PembangunanS1regulerB  2000 
EkonomiIlmu Ekonomi dan Studi PembangunanIlmu Ekonomi dan Studi PembangunanS1ekstensi     
EkonomiAdministrasi PerusahaanAdministrasi PerusahaanD3reguler     
EkonomiAdministrasi KeuanganAdministrasi KeuanganD3reguler     

Senin, 20 Oktober 2014

Kerusakan Lingkungan Hidup di Indonesia dan Penyebabnya

Kerusakan lingkungan hidup di Indonesia semakin hari kian parah. Kondisi tersebut secara langsung telah mengancam kehidupan manusia. Tingkat kerusakan alam pun meningkatkan risiko bencana alam. Penyebab terjadinya kerusakan alam dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia.
Kerusakan lingkungan hidup dapat diartikan sebagai proses deteriorasi atau penurunan mutu (kemunduran) lingkungan. Deteriorasi lingkungan ini ditandai dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem.
Kerusakan lingkungan hidup memberikan dampak langsung bagi kehidupan manusia. Pada tahun 2004, High Level Threat Panel, Challenges and Change PBB, memasukkan degradasi lingkungan sebagai salah satu dari sepuluh ancaman terhadap kemanusiaan.World Risk Report yang dirilis German Alliance for Development Works (Alliance),United Nations University Institute for Environment and Human Security (UNU-EHS) dan The Nature Conservancy (TNC) pada 2012 pun menyebutkan bahwa kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan.
Kerusakan lingkungan
Kerusakan lingkungan

Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

Penyebab kerusakan lingkungan hidup secara umum bisa dikategorikan dalam dua faktor yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia.
Letusan gunung berapi, banjir, abrasi, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, dan tsunami merupakan beberapa contoh bencana alam. Bencana-bencana tersebut menjadi penyebab rusaknya lingkungan hidup akibat peristiwa alam. Meskipun jika ditelaah lebih lanjut, bencana seperti banjir, abrasi, kebakaran hutan, dan tanah longsor bisa saja terjadi karena adanya campur tangan manusia juga.
Penyebab kerusakan lingkungan yang kedua adalah akibat ulah manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh manusia ini justru lebih besar dibanding kerusakan akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah dan lain sebagainya.
Kerusakan lingkungan
Kerusakan lingkungan
Beberapa fakta terkait tingginya kerusakan lingkungan di Indonesia akibat kegiatan manusia antara lain:
  • Laju deforestasi mencapai 1,8 juta hektar/tahun yang mengakibatkan 21% dari 133 juta hektar hutan Indonesia hilang. Hilangnya hutan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, meningkatkan peristiwa bencana alam, dan terancamnya kelestarian flora dan fauna.
  • 30% dari 2,5 juta hektar terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan. Kerusakan terumbu karang meningkatkan resiko bencana terhadap daerah pesisir, mengancam keanekaragaman hayati laut, dan menurunkan produksi perikanan laut.
  • Tingginya pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran laut di Indonesia. Bahkan pada 2010, Sungai Citarum pernah dinobatkan sebagaiSungai Paling Tercemar di Dunia oleh situs huffingtonpost.com. World Bank juga menempatkan Jakarta sebagai kota dengan polutan tertinggi ketiga setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.
  • Ratusan tumbuhan dan hewan Indonesia yang langka dan terancam punah. Menurut catatan IUCN Redlist, sebanyak 76 spesies hewan Indonesia dan 127 tumbuhan berada dalam status keterancaman tertinggi yaitu status Critically Endangered (Kritis), serta 205 jenis hewan dan 88 jenis tumbuhan masuk kategori Endangered, serta  557 spesies hewan dan 256 tumbuhan berstatus Vulnerable.
Alam dan lingkungan hidup menjadi tempat tinggal dan hidup manusia. Kondisi lingkungan akan berpengaruh langsung terhadap kondisi manusia. Karena itu sudah selayaknya kita menjaga bumi satu-satunya ini dari kerusakan lingkungan.